PERJUANGAN
SEORANG IBU
Ibu adalah seseorang yang telah melahirkan kita. Ia yang merawat kita dari bayi hingga dewasa. Merawat kita dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia adalah orang yang
sangat mencintai kita, seseorang yang tak pernah membenci kita.
Ibu adalah orang yang sangat penting bagi kita, begitu juga ayah kita. Ibu telah mengandung kita selama 9 bulan lebih 10 hari. Ia menahan beban yang berat saat mengandung kita, terkadang perutnya sedikit sakit jika untuk bergerak berlebihan. Ia bersusah payah mengandung kita, tidur tidak bisa miring dan terkadang badannya pegal-pegal ketika ia tidak bias tidur nyeyak hanya karna mengandung kita. Ia merasakan betapa beratnya mengandung kita. Banyak suka dan duka dalam mengandung kita.
Hari demi hari ia lewati, bulan demi
bulan juga telah ia lewati hingga akan dating waktunya. Ia telah mempersiapkan segalanya. Ia telah bersiap-siap ketika akan melahirkan kita. Ibu melahirkan kita dengan perjuangan yang amat besar. Ia berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan kita. Keringatnya menjadi bukti perjuangannya. Ia merasakan rasa yang
amat sakit.
Namun, ia berusaha menahannya hanya karna kita. Ia mempertaruhkan nyawanya untuk kita. Air matanya mulai menetes ketika mendengar suara tangisan kita pertama kali saat kita terlahir. Ia menangis bahagia. Ia begitu senang melihat kehadiran kita.
Ia yang merawat kita setelah kita lahir, ia yang menyusui kita, memandikan kita, dan membersihkan kotoran kita. Ia melakukannya dengan ikhlas hingga kita dewasa. Kita mulai tumbuh dan tumbuh. Ia yang
menyekolahkan kita,
besusah payah mencari nafkah dengan sang ayah. Semua perjuangannya dilakukan hanya ia ingin melihat kita sukses dan bahagia disuatu hari nanti.
Ketika kita dewasa, ia tak meminta imbalan sedikitpun kepada kita atas apa yang telah ia lakukan. Namun, apa yang telah kita berikan kepada ibu kita?, terkadang kita justru hanya memberikan lukadihatinya.
Perkataan ataupun perbuatan yang melukai hatinya. Kita
terkadang tidak sadar bahwa kita
telah menyakiti hatinya.
Terkadang ia terluka karena kita, air matanya meneteskan air mata kesedihan karna kita telah menyakiti hatinya. Namun, ibu tidak akan meneteskan air matanya didepan kita.
Berapa banyak balasan yang telah kita berikan kepada ibu kita?,atau kita hanya bias melukainya?. Kita
melukai hatinya karena terkadang kita melupakan berapa besar perjuangannya untuk kita, dan semua yang kita berikan kepadanya takkan mampu untuk membalas jasa-jasanya.